Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pakpak Bharat
Berita

SATPOL PP KABUPATEN PAKPAK BHARAT LAKUKAN PEMBONGKARAN WARUNG REMANG-REMANG DI DUSUN BULUH DIDI

Selasa, 16 Oktober 2018

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pakpak Bharat melakukan pembongkaran warung remang-remang di Dusun Buluhdidi, Desa Tanjung Mulia, Senin 15 Oktober 2018  dibantu oleh Pihak Kepolisian Resor Pakpak Bharat dan Kodim 0206/ Dairi dan Sebanyak  33 bangunan rata dengan tanah.

Pembongkaran dipimpin langsung oleh Bupati Pakpak Bharat, Dr. Remigo Yolando Berutu, M.Fin, MBA, bersama Forkopimda, antara lain Dandim 0206/Dairi, Letkol (Arh) Hadi Purwanto, SH, Kapolres, AKBP Ganda MH Saragih, SIK, Ketua PN Sidikalang, Afrizal Hadi, SH, MH, Ketua DPRD, yang diwakili anggota DPRD, Mhd. Said Darwis Boangmanalu, serta perwakilan Ka. Kejari Dairi.

Tampak pula dalam kesempatan ini Sekda, Sahat Banurea, S.Sos, M.Si, beserta jajarannya terkait, terutama Camat STTU Jehe, Darliati Ujung, SH beserta Kepala Desa terkait. Hadir juga dalam pembongakaran bangunan ini Ketua MUI, Malindung Capah beserta jajarannya, Ka. Kantor Kementerian agama, pengurus organisasi kepemudaan dan keagamaan, serta masyarakat lainnya.

Kasatpol PP , Kastro Manik, S.Sos ketika dilapangan mengatakan Proses pembongkaran berlangsung lancar dan mulus tanpa kendala yang berarti, termasuk tidak adanya penolakan dari masyarakat. Tampak alat berat dari BPBD dan Dinas PUPR bersama personil Satpol PP bahu-membahu melakukan pembongkaran. Pelaksanaan pembongkaran ini juga turut didampingi ratusan aparat keamanan dari Polres Pakpak Bharat serta TNI. Dengan serius Bupati Remigo bersama unsur Forkopimda mengamati langsung dan mengarahkan proses pembongkaran yang tetap berlangsung dengan pendekatan persuasif dan humanis.

Dengan titik kumpul di Kantor Camat STTU Jehe, pasukan penertiban yang terdiri dari 180 orang personil Satpol PP Pakpak Bharat dibantu dengan 160 orang personil Polres Pakpak Bharat, 30 orang pasukan TNI dari Kodim 0206 Dairi terlebih dahulu melakukan apel gabungan yang dipimpin oleh Bupati Pakpak Bharat sebelum dilaksanakannya pembongkaran terhadap bangunan yang dimaksud.

Sebagaimana diutarakan oleh Bupati Remigo, pembongkaran bangunan yang sebagian besar berada di DAS (Daerah Aliran Sungai) Lae Kombih ini sudah merupakan finishing touch dari hasil pertemuan rapat koordinasi beberapa kali antara Forkopimda dengan elemen masyakarat, termasuk organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, pemuka masyarakat, organisasi marga dan komponen masyarakat lainnya.

Beliau juga mendeskripsikan beberapa proses yang terjadi sebelumnya, termasuk dengan turun langsung melakukan razia. Penyamaan persepsi yang dihasilkan adalah bahwa praktek maksiat tidak boleh ada di Kabupaten Pakpak Bharat. Selain itu penyalahgunaan izin yang memancing tindakan maksiat juga harus dihapuskan. “Semangat harus sama agar daerah kita semakin baik, serta tidak ada ruang-ruang untuk itu, karenanya prostitusi dan kegiatan maksiat harus ditutup”, ujar Bupati yang mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

Sementara itu Kapolres bersama Dandim mengapresiasi tindakan penertiban yang dilakukan pada kawasan tersebut. “Ini tujuannya agar lingkungan semakin baik. Kami dari aparat keamanan siap mem-back up”, ucap mereka. Forkopimda juga meminta agar segala proses dilakukan sesuai prosedur dan mengutamakan pendekatan kemanusiaan dan sosial budaya, sehingga tidak ada benturan dan tetap pada koridor proporsional sehingga tidak menimbulkan kegaduhan baru di tengah masyarakat ( Sub Bag Umum).